1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Peradilan Agama Berusia 130 Tahun

Peradilan Agama Berusia 130 Tahun

Peradilan Agama Berusia 130 Tahun

Dirjen Badilag Wahyu Widiana,…

More...
Sidang Keliling PA Banggai

Sidang Keliling PA Banggai

Banggai, Banggai Kepulauan | pa-banggai.net Untuk kedua kalinya di bulan Mei 2012 ini, Pengadilan Agama Banggai melaksanakan sidang…

More...
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks, a business unit of Nuevvo Webware Ltd.

Fokus Headlines

  • Kriteria Penilaian Website Tahun 2012 -

     Kriteria Penilaian Website Tahun 2012

  • Ditjen Badilag Susun Buku Pedoman Bintek Nasional -

     

    Ditjen Badilag Susun Buku Pedoman Bintek Tingkat Nasional

    Tangerang | badilag.net (02/03)

    Agar memiliki keseragaman dalam melakukan bimbingan teknis bagi tenaga teknis di lingkungan peradilan agama, Ditjen Badilag saat ini sedang menyusun buku pedoman pelatihan bimbingan teknis kompetensi di lingkungan peradilan agama.

    Menurut Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo, Selasa malam (29/02), bahwa kegiatan penyusunan yang dilakukan selama tiga hari di Great Western Resort, Tangerang akan menyusun panduan pelaksanaan bimbingan teknis bagi tenaga teknis hakim, kepaniteraan dan kejurusitaan.

    Seperti kita ketahui, Ditjen Badilag dari dari selama empat hari dari tanggal 29 Februari sampai 03 Maret 2012 mengadakan kegiatan bimbingan teknis kompetensi hakim peradilan agama di Tangerang. Selain penyampaian materi oleh narasumber kepada peserta, kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyusun buku pedoman bintek tenaga teknis peradilan agama untuk tingkat nasional.

    “Selain pemberian materi oleh Narasumber, kegiatan bintek hakim peradilan agama ini kita digunakan untuk menyusun buku pedoman bintek tenaga teknis peradilan agama tingkat nasional, tutur Purwosusilo.

    Latar belakang penyusunan buku pedoman ini menurut Purwosusilo, karena selama ini di lingkungan peradilan agama belum mempunyai standar baku pedoman pelaksanaan pelatihan bagi tenaga teknis, hal tersebut dikarenakan tidak adanya kesamaan pola dan bahan ajar pelatihan yang diadakan oleh Ditjen Badilag maupun satker di daerah.

    “Yang salah memang kita karena belum punya pedoman, jadi kepentingan kita yang pokok adalah untuk menyusun silabi, bahan ajar yang nanti akan dipakai untuk pedoman seluruh Indonesia,” tuturnya. Kalau untuk melakukan pelatihan kepada Hakim, ini materinya ini bahan ajarnya, agar semua satker peradilan agama di seluruh Indonesia juga sama, jelasnya.

    Purwosusilo menjelaskan, bahwa di Ditjen Badilag tahun ini minimal ada dua puluh bimbingan teknis mulai dari dari Jurusita PA sampai Wakil Ketua PTA. Kegiatan tersebut tersebar di Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis PA, Direktorat Pembinaan Administrasi PA dan Direktorat Pembinaan Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Agama.

    Dia berasumsi kalau pelaksanaan bintek polanya masih seperti yang sekarang ini, akan sampai kapan selesainya untuk melatih seluruh tenaga teknis peradilan agama yang jumlahnya ribuan. Tahun ini saja Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis PA ada delapan kegiatan bintek.

    Oleh karena itu, kedepan Ditjen Badilag hanya akan melatih dan mendidik hakim tinggi, yang nantinya mereka diberi tugas untuk melatih kawan-kawan di daerah.

    “Kita punya hakim tinggi dan wakil ketua PTA sekitar 500 orang, kalau setahun kita melatih 50 orang, artinya sepuluh tahun baru selesai dan itu sudah ada yang pensiun. Belum lagi hakim tingkat pertama sekitar 3000 orang, kalau dilatih setahun 150 orang, maka butuh waktu sekitar 20 tahun untuk melatih semua, ungkap Purwosusilo berasumsi.

    Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis mengambil kebijakan, dari delapan kegiatan bintek tenaga teknis yang akan dilaksanakan, lima puluh persennya akan dialihkan untuk melatih hakim tinggi.

    Tim Perumus Dibagi Menjadi Tiga Komisi

    Dalam membuat buku pedoman bahan ajar bintek, para peserta tim perumus yang berjumlah 46 orang dibagi menjadi tiga komisi masing-masing beranggotakan 16 orang.

    Komisi A yang dipimpin oleh Edi Riadi, Panmud Perdata Agama merumuskan pedoman bintek bagi hakim. Komisi B yang dipimpin oleh Zainuddin Fajari, wakil PTA Jakarta merumuskan pedoman bintek bagi kepaniteraan, sedangkan komisi C yang dipimpin oleh Mardiana Muzhaffar, hakim tinggi PTA Jakarta merumuskan pedoman bintek kejurusitaan.

    Purwosusilo menjelaskan, bahwa seluruh peserta yang menjadi tim perumus ini adalah mereka yang sebagian besarnya telah mendapatkan sertifikat mengajar tingkat nasional yang diberikan oleh MA dan para hakim yang telah berpengalaman untuk mengajar.

    “Tim perumus ini terdiri dari wakil ketua PTA, hakim tinggi PTA, hakim tinggi dari Badan Pengawasan, Diklat dan dari MA,” jelas Purwosusilo.

    Para Tim Perumus Akan Diberikan Sertifikat Mengajar

    Masih menurut Purwosusilo, bahwa para peserta tim perumus ini, nantinya mereka akan mendapatkan sertifikat untuk mengajar kawan-kawan di daerah.

    “Ada dua macam sertifikat yang akan diberikan kepada mereka yaitu sertifikat untuk mengajar tingkat nasional dan tingkat wilayah, jelasnya. Siapa yang dapat tergantung dari amal perbuatan masing-masing, lanjutnya sembari bercanda.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kalau kita punya 500 hakim tinggi, dalam satu tahun kita lakukan empat kali pelatihan masing-masing 50 orang berarti sudah sudah 200 orang kita latih, dan tahun depan lagi dua ratus, sampai tiga tahun selesai.

    Purwosusilo menyesalkan mengenai implementasi pendelegasian kegiatan bintek dari Ditjen Badilag ke Satker di daerah karena sebagian besar dananya dialokasikan untuk kegiatan bintek diluar tupoksi.

    “Tahun ini banyak sekali kegiatan bintek yang dilimpahkan ke daerah namun hanya ada 4 bintek yang berkaitan dengan tupoksi, selain itu diluar tupoksi seperti keuangan, BMN, IT," keluhnya. Itu semua penting, namun yang paling penting sebetulnya adalah untuk melakukan pelatihan teknis, lanjutnya.

    Namun Purwosusilo menyadari, bahwa kalau Ditjen Badilag mendelegasikan kegiatan bintek ke pengadilan tingkat banding, akan mengalami masalah karena belum adanya buku pedoman bintek yang baku untuk seluruh lingkungan peradilan agama.

    Dia memahami, tidak semua hakim tinggi mampu untuk melakukan pembinaan ke daerah dan itu bukan kesalahan mereka.

    ”Bagaimana seandainya hakim tinggi yang dulunya ketua PA kelas II, harus mengawasi ketua PA kelas IA, mungkin mental sudah down dulu,” ucap Purwosusilo.

    Oleh karena itu, Ditjen Badilag mengambil kebijakan, kedepan untuk menjadi hakim tinggi, seorang hakim tingkat pertama minimal telah menjadi ketua PA kelas IB atau hakim PA kelas IA yang pernah menjadi wakil ketua PA kelas IB.

  • Batas Akhir Pengiriman Notas Usul Kenaikan Pangkat Bagi Tenaga Teknis PA Periode 1 April 2012 -

     

    Kepada Yth :

    1. Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh; dan

    2. Ketua Pengadilan Tinggi Agama

    Seluruh Indonesia

    Assalamu'alaikum, Wr. Wb.

    Dengan ini kami sampaikan surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI Nomor : 3039/DjA.2/Kp.04.1/XI/2011 tanggal 16 Nopember 2011 perihal Batas Akhir Pengiriman Nota Usul Kenaikan Pangkat Bagi Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 April 2012.


    Untuk mendownload file dalam bentuk PDF, silahkan klik tautan dibawah ini.


    1. Surat Pengantar (537 KB)

    2. Lampiran (189 KB)

  • SEMA No. 5 tahun 2011 dan SEMA No. 6 tahun 2011 -

    SEMA NO. 5 TAHUN 2011 & SEMA NO. 6 TAHUN 2011

  • Surat Edaran Badilag : Tentang Pemberdayaan Hakim Tinggi -

    Untuk mendownload silahkan klik disini

stop korupsi

Berita

Pelantikan Pejabat Kesekretariatan dan Perpisahan Waka

Ditulis oleh admin2

Banggai Kepulauan | Kamis, 29 Agustus 2013. Ketua Pengadilan Agama Banggai melantik pejabat kesekretariatan yakni Muhammad Saleh, S.Hi yang sebelumnya menjabat sebagai  Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Banggai diangkat menjadi Kepala Urusan Umum Pengadilan Agama Banggai menggantikan Fajar Fathonah, S.Hi yang dipromosikan ke PTA Palu. Acara yang berlangsung di ruang sidang Pengadilan Agama Banggai tersebut selain sebagai acara pelantikan pejabat kesekretariatan  juga sekaligus acara perpisahan untuk Wakil Ketua Pengadilan Agama Banggai yang masuk dalam daftar TPM yang dikeluarkan oleh Badilag belum lama ini.

Acara yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kemudian dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan tersebut selain dihadiri oleh karyawan/ti PA Banggai.

pltk1 plt

 Dalam sambutannya KPA. Banggai menekankan bahwa mutasi dan promosi itu sebuah amanah yang seharusnya dapat kita jaga sebaik baiknya. Dan untuk pejabat yang baru saja dilantik KPA Banggai diharapkan dapat membantu memajukan Pengadilan Agama Banggai agar nantinya dapat menjadi lebih baik lagi. Selanjutnya tidak lupa pula hakim yang akan meninggalkan PA. Banggai memberikan kesan dan pesannya dalam hal ini diwakili oleh Bapak Drs. Muhammadun, SH. Adapun kesan-kesan yang Bapak Waka sampaikan secara keseluruhan cukup baik selama berada di Banggai Kepulauan, baik dari segi kehidupan masyarakatnya maupun teman-teman sesama warga peradilan. Sedangkan pesan-pesan beliau kepada rekan-rekan yang akan ditinggalkan yaitu tetaplah menjaga nama baik peradilan selama menjalankan tugas.

 

pltk2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian selamat kepada Pejabat yang telah dilantik dengan pemberian cinderamata kemudian dilanjutkan dengan acara santap siang bersama.

Turnamen PTWP KPTA Cup Ke-VII Se-PTA Sulawesi Tengah

Ditulis oleh Tim IT 06 Juni 2013

Turnamen PTWP ke-VII memperebutkan Piala KPTA Cup ke VII se-Sulawesi Tengah berlangsung mulai dari tanggal 6 Juni sd 8 Juni 2013 di lapangan PB Pelti Luwuk selaku tuan rumah pada perhelatannya yang ke VII kali ini. Turnamen ini diikuti oleh seluruh Pengadilan Agama yang berjumlah 9 satker di wilayah Sulawesi Tengah dan Pengadilan Tinggi Agama Palu. Pembukaan turnamen ini dihadiri oleh Ketua PTA Palu dan Waka PTA Palu beserta seluruh Ketua PA sewilayah Sulawesi Tengah serta tamu undangan yaitu Bupati Banggai, Ketua DPRD Kab. Banggai, Kapolres Kab. Banggai dan Ketua PN Bangai, serta seluruh unsur Muspida Kab. Banggai. Bertindak selaku inspektur upacara yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu, Bapak Drs. H. Muh. Jufri Palallo, SH, MH.

Turnamen kali ini dilaksanakan di Kota Luwuk Kabupaten Banggai yang juga bertepatan dengan HUT Kab. Banggai ke-48. Adapun Turnamen PTWP ini merupakan acara rutin pertandingan tenis lapangan di lingkungan Peradilan Agama Sulawesi Tengah yang diadakan setiap tahun. Dalam sambutannya Ketua PTA Palu menyampaikan bahwa turnamen ini selain merupakan ajang olahraga juga adalah sarana untuk mempererat silaturahim antar warga peradilan. Dalam kesempatan ini juga beliau mengingatkan bahwa dalam setiap turnamen tentunya ada yang menang dan ada yang kalah, dan merupakan kewajiban kita untuk berjuang sekuat tenaga untuk menang akan tetapi jangan dilupakan bahwa yang terpenting dari kesemua itu adalah sportivitas, dengan mengakui kekalahan kita. "Saya meyakini bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda", demikian kata beliau.

Setelah selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan pertandingan exibition antara Ketua PTA Sulawesi Tengah melawan Ketua Pengadilan Agama Luwuk. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 6 s/d 8 Juni 2013. Pada turnamen kali ini ada 4 Lapangan tenis yang akan digunakan yaitu Lapangan PB. Pelti Luwuk I sd Lapangan IV.

DSC 0106 DSC 0115

 

DSC 0116 DSC 0107

 

DSC 0125 DSC 0100

 

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN HAKIM TINGGI PTA PALU DI PENGADILAN AGAMA BANGGAI

Ditulis oleh Tim IT 11 April 2013

Pada hari Selasa, sekitar pukul 08.00 WITA, tanggal 9 April 2013, Pengadilan Agama Banggai menerima rombongan Tim Pembinaan dan Pengawasan dari Pengadilan Tinggi Agama Palu. Rombongan Hakim Binwas tersebut dipimpin oleh Ketua Team Drs. H. Haryono Sunaryo, SH., MH. dengan Anggota Drs. H. Masruhan, MS., SH., MH., dan Drs. H. Hamzah Abbas, MH. (Hakim Tinggi) dan Sutarno, SH., MH., (Wasek PTA Palu) serta Hamdan Latif, A.Md. (Staf Subag Keuangan PTA Palu). Hadir dalam acara Pembinaan dan Pengawasan tersebut Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Banggai dan seluruh jajaran Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional serta seluruh staff, Karyawan dan Karyawati Pengadilan Agama Banggai.

Acara Pembinaan dan Pengawasan tersebut diawali dengan sambutan Ketua Pengadilan Agama Banggai Drs. Anis Ismail, yang dalam sambutanya mengucapkan selamat datang kepada rombongan di Pengadilan Agama Banggai dan mengatakan bahwa beginilah kondisi pengadilan agama paling terpencil dan terjauh di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tengah. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa Pembinaan dan Pengawasan ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seluruh jajaran aparat peradilan dan diharapkan seluruh pegawai betul-betul memanfaatkan pembinaan kali ini agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

DSC 0023 DSC 0024

Dalam sambutannya  di depan segenap pegawai Pengadilan Agama Kelas II Banggai, Ketua Team, Drs. H. Haryono Sunaryo, SH., MH memaparkan bahwa tujuan dan fungsi Pembinaan dan Pengawasan pada dasarnya adalah bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi lebih ditujukan kepada pembinaan agar dalam menjalankan tugas kita sehari-hari bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang telah ada pada Mahkamah Agung. Dengan mengusung paradigma transparansi dan reformasi birokrasi dalam dunia peradilan maka tugas dan fungsi hakim, peran kepaniteraan dan kesekretariatan, dapat bersinergi antara yang satu dengan yang lainya menjadi satu kesatuan utuh sehingga kita sama-sama dapat mewujudkan visi dan misi yaitu terwujudnya dunia peradilan yang agung.

DSC 0030 DSC 0032
DSC 0036 DSC 0038

Memasuki hari kedua saatnya berbagai temuan dipaparkan baik dari kepaniteraan maupun kesekretariatan. Secara keseluruhan pada umumnya Pengadilan Agama Banggai sudah menunjukkan kinerja yang baik. Adapun temuan Binwas tersebut adanya ketidakseragaman antara Berita Acara, Pembertahuan Isi Putusan, dan Buku Register dan persoalan teknis lainnya. Sedangkan dibidang kesekretaritan semua bidang belum memiliki program kinerja tahunan yang mana hal ini seharusnya telah disusun pada awal tahun berjalan. Tak lupa juga Waka PTA menekankan pentingnya agar Pengadilan Agama Banggai membentuk meja pengaduan selain meja informasi dengan menunjuk pegawai yang memiliki kompetensi untuk itu dan juga mengingatkan agar warna cat gedung Pengadilan Agama Banggai segera diganti warnanya, jangan lagi memakai warna hijau melainkan warna yang telah standar dalam dunia peradilan yakni warna krem.Selanjutnya dalam dialog tak lupa Waka PTA Palu mengingatkan jangan berkecilhati walaupun bertugas didaerah terjauh dan terpencil, yang terpenting adalah bekerjalah dengan seprofesionalmungkin jangan mengingat prestasi karna jika kita bekerja ikhlas maka otomatis pimpinan kitalah yang menilai dan jika tidak maka Allah SWT-lah yang memperhatikan kita.

Di penghujung rangkaian acara, Bapak Drs. H. Haryono Sunaryo, SH., MH selaku Ketua Tim menyerahkan Piagam Penghargaan dari Dirjen Badilag kepada Pengadilan Agama Banggai Kelas II yang diwakili oleh Ketua Pengadilan Agama Banggai sebagai Pengelola SIADPA Peringkat Ke-2 terbaik sewilayah Sulawesi Tengah dalam rangkaian memperingati 130 tahun Peradilan Agama.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh rombongan dengan para pegawai Pengadilan Agama Banggai.

Ketua MA Beri Ucapan Selamat Kepada Wapres RI Boediono

LAST_UPDATED2 Ditulis oleh admin2

JAKARTA-HUMAS, Ketua Mahkamah Agung RI Hatta Ali Menghadiri acara penganugerahan berupa gelar Doktor Honoris Causa bidang hukum dari Monash University , Australia. Yang diterima oleh Wakil Presiden Boediono Acara penghargaan tersebut dilaksanakan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan No 6, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2013).

Rektor dan Presiden Universitas Monash Profesor Ed Byrne menuturkan, pemberian gelar doctors of laws honoris causa merupakan penghargaan tertinggi dalam tradisi universitasnya.

Penghargaan yang diberikan kepada Boediono ini, kata dia, merupakan gelar ketiga yang diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) setelah mantan Rektor Universitas Indonesia Profesor Sujudi dan mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Haryono Suyono.

Selesai Presiden SBY memberikan ucapan selama kepada Boediono menyusul Ketua MA Hatta Ali juga memberikan ucapan selamat kepada Boediono atas gelar Doktor Honoris Causa bidang hukum dari Monash University , Australia. Lalu di susul dengan para pimpinan lembaga dan undangan lainnya yan memberikan ucapan selamat. (ds/rs)

Loading feeds...

Created by Pengadilan Agama Banggai

Array

Other Menu

Terjemahan Bahasa

Terjemahkan website ini kedalam bahasa :

Publikasi

Online Support

Admin Yahoo Messenger

Pencarian Perkara

Masukkan Nomor Perkara :

Ketua dan Wakil Ketua

  • Pengadilan Agama Banggai

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang Pelayanan pada Kantor kami

 

 

 

 


  Hasil

Pengunjung

Counter Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini297
mod_vvisit_counterKemarin2138
mod_vvisit_counterMinggu Ini6418
mod_vvisit_counterMinggu Lalu0
mod_vvisit_counterBulan Ini6418
mod_vvisit_counterBulan Lalu101819
mod_vvisit_counterTotal1118999
Terima kasih anda telah mengunjungi website kami

Tautan Eksternal

Mahkamah Agung R.I.

 alt


alt


badilum


eeesyariah


dilmiltun


header


litbangkumdil


portal-rakernas-mari

PA Se-Wilayah

Tautan Aplikasi

 alt



alt


alt


sms_icon

Link Terkait

 IKON KHES


e-doc-new


justice


legislasi


hasil_rakernas


legalitas org

OnClick Update SIADPA

 

Download Update Aplikasi
SIADPTA PLUS  & SIADPA PLUS
Untuk Aplikasi Online dapat melalui SIADPA Web Online

Jam Pelayanan

Senin - Kamis   : Pukul 08.00 - 16.30
Jum'at   : Pukul 08.00 - 17.00
Jadwal Sidang
Senin - kamis   : Pukul 09.00 - Selesai

//]]>